Sabtu, 22 November 2014

Berteknologi dan Berkemanusiaan


       “It’s Like Moving from Darkness to Light “(Ericsson 2010)  

     Sekarang ini, teknologi berkembang sangat pesat. Berbagai macam bentuk teknologi yang canggih dapat dengan mudah kita dapatkan, misalnya mobile digital. Jika kita melihat ke samping kiri dan kanan, maka tidak sedikit orang yang memegang gadget mereka masing-masing. Menurut studi yang dilakukan oleh lembaga riset dari Ericsson (2010), ada lima alasan mengapa masyarakat Indonesia begitu gandrung dengan teknologi mobile. Pertama, agar dapat dihubungi terus-menerus (stay in contact). Kedua, menguatkan kegiatan bisnis (business enabler). Ketiga, sebagai simbol modernitas kehidupan seseorang (symbol of modernity). Keempat, kemampuanya menembus batas-batas sosial (social boundaries). Dan terakhir, sebagai alat untuk mengurangi stress.
   Memang benar bahwa teknologi dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, karena yang mereka butuhkan adalah alat komunikasi yang cepat dan murah. Hal ini tentu saja berbeda dengan zaman sebelum teknologi berkembang pesat seperti saat ini. Jika kita tengok masa dulu, seseorang harus menempuh jarak beberapa kilometer dan berjam-jam agar dapat bertemu dengan sanak keluarga yang jauh. Tapi sekarang, kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan sanak keluarga yang jauh melalui teknologi saat ini yang semakin canggih.
     Baik dibidang pendidikan, politik maupun bisnis, teknologi sangat berperan aktif didalamnya. Mengapa demikian? Lagi-lagi memang karena kemudahan dan keuntungan yang diberikan dari teknologi tersebut. Teknologi telah mengubah zaman ini semakin canggih.
     Dari semua kecanggihan dan keuntungan yang diberikan teknologi sekarang ini, satu hal yang tidak boleh kita lupakan atau hilangkan adalah karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang terkandung dalam pancasila. Kita harus tetap memegang teguh makna dari kelima sila di dalam pancasila tersebut. Jangan sampai hal itu luntur karena tergerus oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih. Salah satu contohnya, sila ketiga yakni persatuan Indonesia. Kita harus tetap menjaga hubungan baik antar sesama, walaupun dengan adanya teknologi sekarang ini kita tidak perlu bertatap muka dengan orang tersebut, akan tetapi kita harus tetap menjaga silaturrahmi antar sesama. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat seseorang bersifat individual. Demikian juga dengan sila-sila yang lainnya.Sehingga, selain kita berteknologi, kita juga harus berkemanusiaan.